Makale, Humas Pendis – Suasana upacara Senin pagi di MTsN 1 Tana Toraja berlangsung tak seperti biasa pada Senin (10/8/2026). Di tengah barisan peserta didik yang berdiri khidmat, sebuah piala kebanggaan resmi diserahkan kepada pihak madrasah. Trofi karya Unit PMR Madya dari ajang SOLUTION #4 se-Sulawesi Selatan tersebut menjadi simbol nyata bahwa kerja keras dan ketekunan para siswa telah membuahkan hasil membanggakan.
Piala yang dibawa pulang mungkin hanya berupa benda berbahan logam, namun di baliknya tersimpan rekam jejak latihan panjang, kekompakan, serta keberanian dalam membawa nama madrasah ke panggung kompetisi regional. Penyerahan piala di hadapan seluruh civitas akademika pun menjelma menjadi ruang perayaan atas dinamika proses dan daya juang peserta didik.
Momentum penuh kebanggaan tersebut disaksikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kemenag Tana Toraja, H. Tamrin Lodo, S.Ag., M.Pd.I., bersama Pengawas Madrasah, H. Muhammad Sabir, S.Ag., M.Pd.I. Kehadiran jajaran Kemenag ini menjadi bentuk dukungan moral bahwa setiap prestasi siswa senantiasa mendapat apresiasi tinggi.
Dalam amanatnya, H. Tamrin Lodo menyampaikan rasa bangga kepada jajaran PMR Madya, pembina, serta pihak madrasah yang telah mengawal pencapaian ini. Ia menekankan bahwa keindahan sebuah kemenangan tidak hanya diukur dari trofi di lemari pajang, melainkan dari nilai-nilai positif yang terbentuk sepanjang proses latihan: kedisiplinan, rasa tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial.
Di balik euforia kemenangan tersebut, Tamrin secara khusus menyelipkan pengingat krusial mengenai kesehatan. Ia meminta para anggota PMR Madya untuk senantiasa bijak menjaga kesehatan diri dan memperhatikan kebersihan makanan yang dikonsumsi sehari-hari.
“Jangan hanya terampil memberikan pertolongan kepada orang lain, tetapi juga harus mampu menjaga diri sendiri. Perhatikan apa yang dikonsumsi dan kebersihan makanan. Seorang anggota PMR harus mampu menjadi contoh nyata dalam menerapkan pola hidup sehat,” tegas Tamrin.
Ia mengingatkan bahwa ketangkasan dalam menolong sesama harus ditopang oleh fisik yang prima. Lebih dari itu, pencapaian dalam ajang SOLUTION #4 diharapkan menjadi pijakan untuk terus belajar dan melatih diri, bukan akhir dari perjalanan mengukir karya. Perjuangan para pelajar ini membuktikan bahwa menjadi juara sejati bukan sebatas berdiri paling tinggi, melainkan terus bertumbuh menjadi pribadi yang sehat, tangguh, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. (AMA/Red)