Salubarani, Humas MAN TANA TORAJA — Para pesilat muda dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja sukses menorehkan prestasi gemilang dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Salubarani Championship 1 Tahun 2026. Bertempat di SMAN 9 Tana Toraja, Salubarani, kontingen MAN Tana Toraja tampil mendominasi dan berhasil memboyong total tujuh medali dari Kategori Seni Tunggal Tangan Kosong pada kompetisi yang berlangsung selama dua hari, 19–20 September 2026.
Kejuaraan yang mengusung tema "Lestarikan Budaya Bangsa, Buktikan Prestasi Nyata dalam Gelanggang Pencak Silat" ini menjadi panggung pembuktian bagi ketangkasan, kedisiplinan, dan mental bertanding para pelajar MAN Tana Toraja. Berhadapan dengan berbagai kontingen tangguh dari pelbagai sekolah, tim pesilat madrasah ini sukses mengamankan posisi puncak di kategori remaja putra maupun putri.
Dalam kategori Seni Tunggal Tangan Kosong Remaja Putra, Azai Suhaebu Abbas tampil memukau para juri lewat ketepatan jurus, keluwesan gerak, serta tenaga yang mantap. Penampilan apiknya tersebut berhasil mengantarkannya meraih medali emas sebagai Juara 1 Remaja Putra. Jejak kemenangan ini disempurnakan oleh Nurmila di kategori Remaja Putri. Lewat peragaan jurus yang presisi dan penuh penghayatan, Nurmila sukses mengunci gelar Juara 1 Remaja Putri sekaligus menyumbangkan medali emas kedua bagi sekolahnya.
Keberhasilan MAN Tana Toraja tidak berhenti pada raihan podium tertinggi. Pada deretan medali perak, Jumaidir Toba berhasil menyabet gelar Juara 2 Remaja Putra setelah menyajikan performa yang sangat kompetitif di gelanggang. Di sektor putri, Nurfadillah Khalifah menujukkan ketangguhannya hingga sukses membawa pulang medali perak sebagai Juara 2 Remaja Putri.
Melengkapi dominasi kontingen madrasah, tiga pesilat muda lainnya turut menyumbangkan medali perunggu. Muh. Ahnaf Asylam dan Muh. Alif Arifin masing-masing berhasil mengamankan posisi Juara 3 Remaja Putra usai menampilkan ketangkasan jurus yang solid. Sementara itu, Olivia Parura melengkapi daftar pemenang dengan merebut posisi Juara 3 Remaja Putri.
Capaian tujuh medali yang terdiri dari dua emas, dua perak, dan tiga perunggu ini menjadi bukti nyata dari konsistensi pembinaan olahraga serta seni bela diri tradisional di lingkungan MAN Tana Toraja. Pencak silat seni tunggal tangan kosong sendiri menuntut fokus tinggi, ketahanan fisik, serta penguasaan teknik dasar yang sempurna karena setiap gerak, ketepatan waktu, dan ekspresi dinilai secara mendetail oleh tim juri.
Latihan disiplin yang intensif dan semangat pantang menyerah menjadi kunci utama di balik keberhasilan para atlet muda ini. Keberanian mereka dalam menguji ketangkasan di atas gelanggang tidak hanya membuahkan trofi dan medali, tetapi juga membawa kebanggaan besar bagi seluruh civitas akademika MAN Tana Toraja.
Ajang Salubarani Championship 1 Tahun 2026 ini bukan sekadar wadah kompetisi untuk mengejar medali, melainkan juga sarana penting dalam pelestarian nilai-nilai budaya luhur bangsa. Melalui olahraga tradisional pencak silat, para siswa diajarkan untuk menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali silaturahmi antar-pelajar, serta menanamkan karakter bangsa yang kuat.
Prestasi manis ini diharapkan dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh siswa MAN Tana Toraja untuk terus mengukir prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik, sekaligus menjaga kelestarian seni budaya Nusantara di tingkat daerah maupun nasional. (An)