Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Madrasah / MIN 1 Tana Toraja

Hijrah Cara Mengajar di Tahun Baru Islam: Pendidik Madrasah Toraja Mulai Terapkan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta

Tayang: Rabu, 17 Juni 2026 09:58 WITA

Penulis: Masita Pakata | Editor: Andrew Pangala

294 views 4 suka 6 dibagikan
Hijrah Cara Mengajar di Tahun Baru Islam: Pendidik Madrasah Toraja Mulai Terapkan Pembelajaran Mendalam Berbasis Cinta

Makale, Humas MIN 1 — Semangat Tahun Baru Islam 1 Muharram tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi menjadi momentum bagi ratusan guru madrasah di Tana Toraja untuk merevolusi cara mereka mengajar di kelas. Meninggalkan metode ceramah konvensional yang monoton, para guru berkomitmen melakukan "hijrah tata cara" demi menghadirkan pembelajaran mendalam (deep learning) yang berbasis kasih sayang kepada murid.

Sebanyak 118 guru madrasah berkumpul dalam workshop kolaborasi Kelompok Kerja Guru (KKG) Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Tana Toraja. Kegiatan inspiratif ini berlangsung hangat di Gedung Perpustakaan dan Laboratorium MAN Tana Toraja pada Selasa (16/6).

Para peserta berasal dari berbagai satuan pendidikan di Tana Toraja, seperti MAN Tana Toraja, MIN 1 Tana Toraja, MIN 4 Tana Toraja, MIM 1 Plus Tana Toraja, MIM 3 Tana Toraja, hingga perwakilan lintas kabupaten yaitu MIS Rantepao dari Toraja Utara. Dengan mengangkat tema "Mengajar dengan Makna, Mendidik dengan Cinta, Sinergi Deep Learning, Kurikulum Berbasis Cinta dan Kokurikuler dalam Membentuk Generasi Berkarakter", workshop ini mendorong para pendidik untuk terus beradaptasi dengan tuntutan zaman.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Seksi Pendidikan Islam (Pendis) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Tamrin Lodo, menegaskan pentingnya perubahan pola pikir guru di era modern. Menurutnya, esensi hijrah di tahun baru Islam ini harus diterjemahkan ke dalam perubahan cara mendidik di ruang kelas.

"Alhamdulillah, kita memasuki hari baru 1 Muharram. Jika dulu hijrah dilakukan karena kondisi negara, maka saat ini bagi kita adalah hijrah tata cara. Bagaimana kita pindah cara mengajar. Jangan lagi kita mengajar seperti tempo dulu, ceramah melulu tanpa ada variasi metode baru," tutur Tamrin dalam sambutannya yang disambut hangat para peserta.

Setelah sesi pembukaan, suasana laboratorium MAN Tana Toraja tampak hidup saat materi utama dimulai. Apdalina Nanna’, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Tana Toraja sekaligus fasilitator Pembelajaran Mendalam, membawakan materi bertajuk "Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Penyusunan Perangkat Pembelajaran". Sinergi lintas instansi ini memperlihatkan harmoni dan kerja sama yang erat demi kemajuan pendidikan anak-anak di Toraja.

Dengan antusiasme tinggi, para peserta menyimak kiat-kiat menyusun rancangan pembelajaran terintegrasi deep learning. Konsep ini menitikberatkan pada kurikulum berbasis kasih sayang, di mana setiap materi pelajaran tidak hanya sekadar dihafalkan murid, melainkan diresapi makna mendalamnya agar mampu membentuk karakter yang kokoh.

Melalui kebersamaan dalam KKG dan MGMP ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi pembelajaran kreatif yang adaptif dengan perkembangan zaman. Semangat hijrah di awal tahun baru Islam ini menjadi lentera bagi para guru di Tana Toraja untuk terus berbenah dan memberikan dedikasi terbaik bagi masa depan generasi muda.(IP)

Berita Terkait