Makale, Humas MIN 1 – Usai pelaksanaan upacara peringatan Hari Santri Nasional (HSN), keluarga besar MIN 1 Tana Toraja melanjutkan agenda kegiatan dengan bersilaturahmi dan mengunjungi salah seorang siswa MIN 2 Tana Toraja yang menjadi korban musibah kebakaran tempat tinggal, Kamis (22/10/2026).
Musibah kebakaran tersebut terjadi pada Jumat (09/10/2026) siang seusai pelaksanaan salat Jumat. Peristiwa yang berlangsung begitu cepat itu mengakibatkan rumah yang ditempati keluarga korban hangus terbakar. Hampir seluruh harta benda tidak dapat diselamatkan dari kobaran api, kecuali pakaian yang melekat di badan dan sejumlah dokumen penting keluarga.
Kunjungan kepedulian ini menjadi wujud nyata rasa persaudaraan dan solidaritas sosial keluarga besar MIN 1 Tana Toraja terhadap sesama warga madrasah yang tengah menghadapi cobaan hidup. Kehadiran para pendidik dan tenaga kependidikan tidak sekadar menyerahkan bantuan materiil, melainkan juga untuk memberikan dukungan moral dan penguatan batin agar keluarga korban merasa didampingi serta tidak sendirian menghadapi masa-masa sulit pascamusibah.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan keluarga besar MIN 1 Tana Toraja, Rante Mappasanda, menyampaikan rasa empati dan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga siswa tersebut.
“Kami sangat merasakan apa yang dialami oleh keluarga. Karena itu, kami datang untuk bersilaturahmi dan berbagi kepedulian. Kami ada sedikit rezeki yang bisa kami bawa. Namun, jangan melihat dari sedikit atau banyaknya, tetapi lihatlah ini sebagai bentuk rasa kekeluargaan dan kepedulian kami. Kami ingin keluarga merasakan bahwa ada saudara-saudara yang turut merasakan kesedihan dan siap memberikan dukungan,” ungkap Rante Mappasanda.
Ia juga mendoakan agar keluarga yang tertimpa musibah senantiasa dianugerahi ketabahan, kesabaran, dan kekuatan iman dalam menjalani ujian ini, serta senantiasa memiliki pengharapan baru untuk bangkit menata masa depan.
Aksi silaturahmi ini menegaskan bahwa momentum Hari Santri Nasional tidak hanya dimaknai melalui upacara seremonial, melainkan diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling tolong-menolong, berbagi kebaikan, dan menguatkan sesama di lingkungan pendidikan madrasah.
(IP/Red)