Sangalla (Humas MTsN 1) – Duka yang dirasakan keluarga besar Sudarmin Tandi Pora, guru MTsN 1 Tana Toraja turut menjadi duka bagi keluarga besar madrasah. Sebagai bentuk empati dan kebersamaan, segenap guru dan tenaga kependidikan MTsN 1 Tana Toraja bersama Ketua Komite Madrasah, H. Tamrin Lodo menghadiri prosesi adat Rambu Solo' almarhum Y. Runtu (Bapak Yohanis Runtu) di Tongkonan Tanete, Sangalla, pada Kamis, 2 Juli 2026.
Kehadiran rombongan tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dan ungkapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara keluarga besar madrasah dengan masyarakat. Suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan begitu terasa sejak rombongan tiba hingga mengikuti rangkaian prosesi adat.
Rambu Solo' merupakan upacara adat kematian masyarakat Toraja yang sarat akan nilai penghormatan kepada leluhur, kebersamaan keluarga, serta gotong royong. Tradisi ini menjadi bagian penting dari warisan budaya Toraja yang hingga kini tetap lestari dan menjadi identitas masyarakat setempat.
Bagi beberapa guru yang berasal dari luar daerah, kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya Toraja. Mereka menyaksikan secara langsung berbagai prosesi adat, mulai dari penyambutan tamu, prosesi pemotongan hewan kurban sesuai tata adat, hingga penyembelihan secara syariat Islam yang dilakukan oleh salah seorang guru MTsN 1 Tana Toraja Sabri Kadir, sebagai bentuk penghormatan terhadap tamu Muslim yang hadir.
Hariyati, guru asal Kabupaten Sidrap, mengaku kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menyaksikan secara langsung prosesi Rambu Solo'.
"Selama ini saya hanya melihat Rambu Solo' melalui cerita dan media sosial. Hari ini saya bisa menyaksikannya secara langsung. Saya merasakan bagaimana masyarakat Toraja begitu menghargai keluarga, budaya, dan kebersamaan. Kami juga disambut dengan sangat hangat oleh keluarga besar almarhum," ucap Cikgu.
Hal senada disampaikan Irna, guru asal Kabupaten Sinjai. Menurutnya, salah satu prosesi yang paling berkesan adalah Ma'badong, yaitu tradisi masyarakat Toraja yang dilakukan dengan membentuk lingkaran sambil melantunkan syair-syair adat sebagai ungkapan penghormatan, doa, dan penghantaran terakhir kepada almarhum.
Ma'badong adalah salah satu ritual paling sakral dalam prosesi adat Rambu Solo' masyarakat Toraja. Tradisi ini berupa sekelompok laki-laki (dan pada beberapa kesempatan dapat melibatkan perempuan) yang berdiri membentuk lingkaran sambil saling mengaitkan tangan atau bahu, kemudian melantunkan syair-syair adat secara bergantian dengan irama yang khas.
Keluarga besar MTsN 1 Tana Toraja menyampaikan terima kasih kepada keluarga Sudarmin Tandi Pora atas sambutan yang hangat dan jamuan yang diberikan selama kunjungan berlangsung. Semoga kehadiran keluarga besar madrasah dapat menjadi penguat bagi keluarga yang sedang berduka serta mempererat persaudaraan yang telah terjalin.
Kepada keluarga almarhum Y. Runtu (Bapak Yohanis Runtu), keluarga besar MTsN 1 Tana Toraja turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kekuatan, dan penghiburan dalam menghadapi masa duka. (Cikgu)