Buntu Limbong (Humas KUA Gandangbatu Sillanan) - Tim Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gandangbatu Sillanan melaksanakan program Bimbingan Keluarga Sakinah Maslahat di Masjid Fariyal Ku'lang, Lembang Buntu Limbong, Jumat (11/09/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan penguatan kepada masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang sakinah, harmonis, dan membawa kemaslahatan. Selain itu, bimbingan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan pasangan suami istri dalam membangun komunikasi yang sehat, menyelesaikan persoalan rumah tangga secara bijaksana, serta menumbuhkan kasih sayang dan tanggung jawab.
Bimbingan ini diikuti dengan antusias oleh jemaah masjid di Lembang Buntu Limbong. Kehadiran para peserta menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam memperoleh pemahaman keagamaan dan keterampilan untuk membangun kehidupan rumah tangga yang lebih harmonis.
Kegiatan dipandu oleh Penghulu Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Nurrahmat Hidayat, yang bertindak selaku moderator. Dalam pengantarnya, ia mengibaratkan keluarga sebagai sebuah bangunan yang membutuhkan pondasi kokoh agar mampu bertahan menghadapi berbagai ujian kehidupan.
"Sekuat apa pun bangunan, jika pondasinya tidak kuat, akan mudah runtuh. Begitu pula dengan keluarga. Rumah tangga membutuhkan pondasi yang kuat agar mampu menghadapi berbagai persoalan dan tetap kokoh," ungkap Nurrahmat. Menurutnya, kehidupan rumah tangga tidak hanya membutuhkan kecukupan materi, tetapi juga komunikasi yang baik, sikap saling menghargai, kepercayaan, serta komitmen antara suami dan istri.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Ratika Abdul Rahman, membawakan materi utama mengenai pilar keluarga sakinah. Ia menekankan bahwa keluarga sakinah tidak terbentuk secara instan, melainkan harus dibangun melalui lima pilar, yakni zawaj (berpasangan), mitsaqan ghalizhan (janji yang kokoh), mu'asyarah bil ma'ruf (saling berbuat baik), musyawarah, dan taradhin (saling rela).
Dalam kehidupan sehari-hari, pasangan suami istri diharapkan mampu menjalankan peran masing-masing dengan prinsip mu'asyarah bil ma'ruf, yakni memperlakukan pasangan dengan cara yang baik, penuh penghormatan, dan berlandaskan nilai-nilai agama.
Pemateri kedua, Sukardi, mengajak peserta untuk memahami bahwa rumah tangga bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang pertama untuk menghadirkan ketenangan, kasih sayang, pendidikan karakter, dan kemaslahatan bagi seluruh anggota keluarga. Ia menekankan pentingnya menghidupkan suasana rumah dengan ungkapan kasih sayang, sikap saling memaafkan, serta ucapan terima kasih.
"Jangan merasa gengsi untuk mengatakan sayang kepada pasangan. Ketika salah, jangan ragu meminta maaf. Kalimat-kalimat sederhana tersebut dapat menjadi perekat hubungan dan membuat rumah tangga tetap hidup dengan kasih sayang," pesan Sukardi.
Bimbingan ini juga mengingatkan peserta bahwa konflik dalam rumah tangga adalah dinamika yang wajar terjadi. Namun, setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi yang sehat, musyawarah, kesabaran, dan sikap saling memahami, alih-alih saling menyalahkan.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan berharap peserta mampu menerapkan nilai-nilai yang diperoleh sehingga tercipta keluarga yang tidak hanya sakinah, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi pasangan, anak, dan lingkungan masyarakat. (Red)