Rantetayo, Humas KUA Rantetayo – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Rantetayo berkolaborasi dengan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Pengajian Majelis Ta'lim di Masjid Jami Madandan, Kecamatan Rantetayo, Kabupaten Tana Toraja, pada Ahad (26/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat syiar Islam sekaligus mempererat sinergi antara KUA, perguruan tinggi, dan masyarakat.
Pengajian yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh jemaah Majelis Ta'lim serta warga sekitar. Seluruh rangkaian acara—mulai dari pembawa acara (MC), pembacaan ayat suci Al-Qur'an, hingga doa penutup—dipandu secara mandiri dan penuh khidmat oleh para mahasiswa KKN IAIN Parepare sebagai wujud pengabdian masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Nurbaya, mahasiswi KKN IAIN Parepare, tampil memberikan ceramah agama bertajuk "Belajar Menerima Takdir Baik dan Buruk". Dalam tausiyahnya, ia mengajak jemaah untuk menyadari bahwa setiap ketentuan Allah SWT merupakan bagian dari kasih sayang dan kebijaksanaan-Nya. Takdir yang menyenangkan hendaknya disyukuri dengan kerendahan hati, sedangkan takdir yang belum sesuai harapan diterima melalui kesabaran, ikhtiar, dan ketawakalan.
Memberikan penguatan materi, Penghulu KUA Kecamatan Rantetayo, Ust. Ridwan, memaparkan langkah-langkah praktis dalam menyikapi takdir. Beliau menekankan lima pilar penting: memperkuat keimanan pada rukun iman qadha dan qadar, memperbanyak syukur atas nikmat, bersabar menghadapi ujian, pantang berputus asa dalam berikhtiar, serta bertawakal sepenuhnya kepada Allah.
Ust. Ridwan juga mengaitkan pesan tauhid tersebut dengan Program Bimbingan Keluarga Sakinah-Maslahat yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Agama. Menurutnya, pemahaman keimanan yang kokoh terhadap takdir merupakan fondasi utama dalam membina rumah tangga yang tangguh.
"Keluarga sakinah bukanlah keluarga yang bebas dari masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi setiap dinamika ujian dengan keimanan, kesabaran, komunikasi yang baik, dan saling menguatkan. Ketika pemahaman takdir tertanam di dalam rumah tangga, insya Allah akan lahir keluarga yang maslahat bagi masyarakat," tutur Ust. Ridwan.
Mewakili pengurus masjid, Drs. H. Sampe Bara'langi, M.Sc., yang juga menjabat Sekretaris MUI Kabupaten Tana Toraja sekaligus Kepala MTsN 1 Tana Toraja, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif KUA dan mahasiswa KKN. Beliau berpesan khusus kepada para mahasiswa untuk senantiasa menjaga adab, akhlak, dan tidak pernah mengabaikan doa kedua orang tua.
"Kesuksesan bukan hanya ditentukan oleh kecerdasan dan kerja keras, tetapi sangat bergantung pada keberkahan doa orang tua, terutama ibu. Jangan pernah melangkah tanpa memohon doa dan restu mereka, karena doa ibu adalah kunci keberkahan dalam menuntut ilmu dan mengabdi," pesan H. Sampe Bara'langi.
Untuk diketahui, Masjid Jami Madandan tempat dilaksanakannya pengajian ini merupakan masjid tertua sekaligus masjid pertama yang berdiri di Kabupaten Tana Toraja. Masjid bersejarah ini menjadi saksi awal masuk dan berkembangnya dakwah Islam di Bumi Lakipadada, yang hingga kini terus makmur sebagai pusat ibadah dan pembinaan keagamaan umat. (Red)