Mengkendek (Humas MIM Plus 1) – Penanaman nilai kepedulian terhadap sesama tidak hanya terbatas pada teori di dalam ruang kelas, melainkan perlu diwujudkan melalui keteladanan dan kehadiran nyata di tengah kehidupan bermasyarakat. Menyadari pentingnya pendidikan karakter tersebut, keluarga besar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Plus 1 Tana Toraja melayat ke rumah duka almarhum Bapak Raymond (Papa Sisi), warga di sekitar lingkungan Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja, Kecamatan Mengkendek, Jumat (11/09/2026).
Rombongan takziyah yang terdiri atas Kepala Madrasah, dewan guru, dan perwakilan siswa madrasah tersebut hadir untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam sekaligus memberikan penguatan moril kepada keluarga yang sedang berduka.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, rombongan madrasah turut memanjatkan doa bersama agar almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Allah Swt. serta segenap keluarga yang ditinggalkan senantiasa dilimpahkan ketabahan dan keikhlasan.
Kepala MIM Plus 1 Tana Toraja, Hj. Erni, menyampaikan bahwa keterlibatan siswa dalam kegiatan melayat ini merupakan bagian dari proses pembelajaran kontekstual untuk menumbuhkan rasa empati, kasih sayang, dan kepekaan sosial sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak memahami bahwa madrasah bukan sekadar tempat menuntut ilmu pengetahuan, melainkan juga wahana melatih kepekaan hati. Ketika ada tetangga atau warga di sekitar lingkungan madrasah yang tertimpa musibah, kita wajib hadir memberikan doa dan dukungan moral,” ungkap Hj. Erni di sela kegiatan.
Bagi para peserta didik, pengalaman melayat ini memberikan pemahaman konkret mengenai penerapan akhlak mulia dan pentingnya saling menguatkan saat sesama menghadapi masa-masa sulit. Melalui interaksi sosial ini, MIM Plus 1 Tana Toraja terus berkomitmen mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter luhur dan memiliki solidaritas kemanusiaan yang tinggi di tengah masyarakat. (IM/Red)