Mengkendek (Humas KUA Mengkendek) — Menjadi imam dan khatib bukan sekadar berdiri di depan jemaah. Di balik amanah tersebut terdapat tanggung jawab besar untuk membimbing umat, menyampaikan pesan-pesan keislaman dengan benar, serta menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
Semangat itulah yang mewarnai kegiatan Pembinaan Imam dan Khatib se-Kecamatan Mengkendek yang dilaksanakan pada Senin (21/09/2026) bertempat di Masjid Nurul Falah Getengan.
Kegiatan ini terlaksana atas kerja sama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mengkendek dengan Pengurus Masjid Nurul Falah Getengan. Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar dan berbagi pengalaman bagi para imam dan khatib, sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan pembinaan ini juga mendapat perhatian langsung dari Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, yang hadir sekaligus membuka acara. Dalam arahannya, ia memberikan motivasi kepada para peserta agar tidak berhenti belajar. Menjadi imam dan khatib, menurutnya, membutuhkan ilmu, kesiapan, dan kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Para imam dan khatib diharapkan tidak merasa cukup dengan ilmu yang telah dimiliki, tetapi terus belajar, memperluas wawasan, memperdalam pemahaman keagamaan, serta mengikuti perkembangan persoalan yang dihadapi masyarakat. "Teruslah belajar, karena tugas imam dan khatib adalah amanah yang langsung bersentuhan dengan umat," pesan H. Usman Senong yang menjadi motivasi penting bagi peserta agar menjadikan kegiatan pembinaan ini sebagai kesempatan untuk terus bertumbuh dalam ilmu dan pengabdian.
Kepala KUA Kecamatan Mengkendek beserta jajaran juga terus mendorong peningkatan kualitas para imam dan khatib di wilayah binaan. Hal ini penting agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembinaan umat, pendidikan keagamaan, serta penguatan kehidupan sosial masyarakat.
Para peserta terlihat mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Suasana pembinaan menjadi kesempatan berharga untuk saling belajar, bertukar pengalaman, dan memperkuat silaturahmi antar-imam dan khatib se-Kecamatan Mengkendek.
Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir para imam dan khatib yang semakin berilmu, percaya diri, dan santun dalam menyampaikan dakwah, serta mampu menghadirkan pesan Islam yang menyejukkan dan mencerahkan masyarakat. Sebab, menjadi imam dan khatib bukan tentang siapa yang paling banyak berbicara, melainkan tentang seberapa besar ilmu yang dipelajari dapat memberi manfaat bagi umat. (K-Lin/Red)