Gandasil, Humas MIN 2 Tana Toraja – Siswa MIN 2 Tana Toraja turut memeriahkan acara pembukaan Turnamen Salubarani Cup I Tahun 2026 dengan menampilkan pertunjukan tarian empat etnis di Salubarani, Kecamatan Gandangbatu Sillanan, Sabtu (24/10/2026).
Penampilan seni tersebut menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian upacara pembukaan turnamen. Kehadiran para penari cilik ini sekaligus membuktikan peran aktif madrasah dalam merawat, melestarikan, dan memperkenalkan kekayaan seni budaya daerah kepada khalayak luas.
Dengan penuh semangat dan rasa percaya diri, para siswa membawakan tarian yang merepresentasikan keharmonisan budaya empat etnis besar di Sulawesi Selatan. Gerakan yang kompak dan luwes tidak hanya menyuguhkan hiburan bagi para tamu undangan serta masyarakat yang memadati lokasi pembukaan, tetapi juga menjadi bukti nyata keterlibatan generasi muda dalam menjaga identitas warisan leluhur.
Keikutsertaan siswa MIN 2 Tana Toraja dalam ajang Salubarani Cup I 2026 menegaskan bahwa pembinaan potensi peserta didik di madrasah berlangsung secara holistik di berbagai bidang, termasuk seni dan kebudayaan. Melalui panggung kemasyarakatan ini, para siswa memperoleh ruang edukatif untuk melatih keberanian tampil di depan publik, mempererat kerja sama antarteman, mengasah kepercayaan diri, serta menumbuhkan rasa hormat terhadap kemajemukan tradisi.
Penampilan tarian empat etnis tersebut sekaligus membawa pesan moral tentang persatuan dalam keberagaman. Di tengah tensi kompetisi olahraga yang menjadi inti turnamen, seni budaya tampil sebagai jembatan yang mempererat tali silaturahmi, persaudaraan, dan sportivitas antarsesama warga.
Bagi jajaran MIN 2 Tana Toraja, pelibatan siswa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen pendidikan yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata, melainkan juga berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa. Dengan pendampingan para guru, madrasah terus mendorong peserta didik agar berani mengekspresikan bakat positif mereka di ruang publik demi mengharumkan nama madrasah.
(Jun/Red)