Gandasil, Humas MIN 2 Tana Toraja – Tim Verifikasi Barang Milik Negara (BMN) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja melakukan pendataan dan pengukuran fisik gedung bangunan serta sarana pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tana Toraja, Selasa (13/10/2026). Langkah peninjauan lapangan ini dilaksanakan untuk memastikan kesesuaian antara data administrasi inventaris dengan kondisi fisik aset negara yang ada di lapangan.
Pelaksanaan verifikasi di madrasah dipimpin langsung oleh Ketua Tim Verifikasi BMN Kantor Kemenag Tana Toraja, Teodosia Rita Rumpa, S.E., bersama delapan orang anggota tim. Seluruh personel melakukan pencatatan detail, pemetaan dimensi fisik bangunan, serta pemeriksaan fasilitas penunjang guna memperoleh data yang akurat mengenai keberadaan, kondisi teknis, dan pemanfaatan aset milik negara.
Ketua Tim Verifikasi BMN, Teodosia Rita Rumpa, S.E., menjelaskan bahwa pengukuran langsung ini krusial untuk mencegah ketidaksesuaian data pembukuan aset dengan realitas di lapangan, sekaligus menopang penatausahaan BMN yang transparan dan akuntabel di lingkungan Kementerian Agama.
“Pendataan dan pengukuran ini merupakan bagian dari upaya memastikan bahwa data Barang Milik Negara sesuai dengan kondisi fisik yang sebenarnya di lapangan. Kami berharap melalui kegiatan ini, administrasi aset dapat semakin tertib, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga pemanfaatan aset negara dapat berjalan secara optimal sesuai peruntukannya,” ungkap Teodosia.
Ia juga menekankan bahwa kelancaran verifikasi tidak lepas dari kerja sama yang baik antara tim pemeriksa dan pihak madrasah dalam menyajikan data pendukung. Sinergi ini dinilai penting agar penatausahaan kekayaan negara dapat terdokumentasi secara tertib dan berkelanjutan.
Kepala MIN 2 Tana Toraja, Ambo Emme, menyambut baik kedatangan tim verifikasi BMN. Menurutnya, pemutakhiran data aset fisik ini menjadi rujukan mendasar bagi madrasah dalam menyusun rencana perawatan, pemeliharaan sarana, hingga pengembangan infrastruktur belajar di masa mendatang.
“Kami menyambut baik kegiatan verifikasi BMN ini sebagai upaya memastikan data aset madrasah sesuai dengan kondisi fisik di lapangan. Administrasi aset yang tertib dan akurat sangat penting untuk mendukung pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan secara transparan serta bertanggung jawab,” tutur Ambo Emme.
Ambo Emme menambahkan bahwa tata kelola aset yang rapi bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan wujud tanggung jawab moral dalam menjaga fasilitas pendidikan sebagai amanah negara demi menghadirkan proses pembelajaran yang optimal bagi peserta didik. (Jun/Red)