Gandasil, Humas MIN 2 Tana Toraja – Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Tana Toraja menerima kunjungan supervisi dan pendampingan sebagai Sekolah Lokus Penerapan Sekolah Sehat Kabupaten Tana Toraja Tahun 2026, Rabu (07/10/2026). Kegiatan evaluasi lapangan ini melibatkan tim lintas sektor dari Forum Kabupaten Sehat Kabupaten Tana Toraja yang menghimpun sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Rombongan tim peninjau terdiri atas perwakilan Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Pendidikan, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Lingkungan Hidup, serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3T2KB). Kehadiran tim pendamping tingkat kabupaten tersebut turut didampingi langsung oleh Camat Gandangbatu Sillanan, Hawati Tangko, sebagai wujud dukungan pemerintah kecamatan terhadap pembudayaan lingkungan pendidikan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.
Kedatangan rombongan disambut antusias oleh keluarga besar madrasah dengan penampilan Tari Paduppa oleh peserta didik sebagai simbol penghormatan khas kepada para tamu. Rangkaian penyambutan dilanjutkan dengan paduan suara siswa yang membawakan Mars Cuci Tangan serta lagu Toraya Masero’ secara kompak.
Agenda supervisi ini bertujuan meninjau langsung implementasi program sekolah sehat di MIN 2 Tana Toraja, sekaligus memberikan rekomendasi konstruktif guna meningkatkan mutu sanitasi dan budaya kesehatan lingkungan. Tim lintas sektor memeriksa berbagai komponen strategis, mulai dari kebersihan sarana prasarana penunjang, pengelolaan sanitasi lingkungan, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), hingga keterlibatan aktif warga madrasah dalam merawat ekosistem sekolah.
Kepala MIN 2 Tana Toraja, Ambo Emme, menyambut hangat pendampingan tersebut dan menyampaikan terima kasih atas kepedulian jajaran pemerintah daerah terhadap kemajuan madrasah.
“Kami sangat mengapresiasi supervisi dan pendampingan ini. Kehadiran berbagai instansi memberikan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan madrasah dan membangun budaya hidup bersih dan sehat. Sekolah sehat tidak hanya menjadi program, tetapi harus menjadi kebiasaan seluruh warga madrasah,” ujar Ambo Emme.
Pada kesempatan yang sama, Ambo Emme turut menitipkan aspirasi kepada Camat Gandangbatu Sillanan mengenai pengelolaan sampah di Kelurahan Salubarani, khususnya kebutuhan penyediaan armada pengangkut sampah. Hal itu ia tekankan mengingat sebagian sampah rumah tangga warga sekitar selama ini kerap dibuang ke bantaran sungai yang berada persis di belakang area madrasah.
Menurut Ambo Emme, keberhasilan mewujudkan sekolah sehat membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pihak madrasah, pemerintah daerah, orang tua peserta didik, dan masyarakat sekitar. Pendampingan lintas instansi ini diharapkan semakin memantapkan peran MIN 2 Tana Toraja sebagai lokus percontohan sekolah sehat yang berkelanjutan di Kabupaten Tana Toraja. (Jun/Red)MIN 2 Tana Toraja Disupervisi Tim Forum Kabupaten Sehat