Makale, Humas Bimas Kristen – Pembelajaran yang baik tidak pernah berhenti pada sebatas pemahaman teori di atas kertas, melainkan harus hadir secara nyata dalam bentuk perencanaan yang matang dan siap diterapkan di ruang-ruang kelas. Semangat itulah yang mendasari pelaksanaan Workshop Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Agama Kristen (PAK) Tingkat SMP se-Kabupaten Tana Toraja, Kamis–Jumat (6–7/8/2026).
Berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, kegiatan ini menghimpun 64 guru PAK tingkat SMP dari berbagai wilayah. Didampingi oleh Pengawas PAK Tingkat Menengah, para pendidik tidak hanya mendengarkan paparan narasumber, melainkan langsung bekerja memproduksi perangkat pembelajaran.
Saat membuka kegiatan, Kepala Seksi Bimas Kristen Kantor Kemenag Tana Toraja, Arius Damarto Rombeallo, M.Th., mengingatkan kembali keluhuran panggilan seorang guru agama di tengah keberagaman bangsa.
“Dalam Pendidikan Agama Kristen, guru tidak hanya hadir untuk menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan iman, karakter, sikap saling menghargai, kecintaan kepada bangsa, serta kemampuan hidup bersama dalam keberagaman,” ujar Arius.

Suasana workshop berlangsung dinamis dengan membagi 64 peserta ke dalam enam kelompok kerja. Setiap kelompok secara terstruktur menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) yang diintegrasikan dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), mencakup materi kelas VII, VIII, dan IX untuk semester ganjil maupun genap.
Penguatan materi teknis disampaikan oleh deretan narasumber kompeten. Yulius Roma Patandean, S.Pd., M.Pd. mengulas Pembelajaran Mendalam berbasis Capaian Pembelajaran (CP) Revisi, sementara Margareta Patandean, S.PAK., M.Pd.K. membimbing implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Selanjutnya, Miryam Laga, S.PAK., M.Pd.K. memaparkan Administrasi Pembelajaran dan Asesmen Deep Learning, disusul penyusunan kelengkapan administrasi guru oleh Yonatan Tonglo, S.Pd.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, H. Usman Senong, S.Ag., M.H., yang hadir memberikan penguatan sekaligus menutup kegiatan, mendorong para guru agama agar senantiasa adaptif dan inovatif.
“Guru agama jangan merasa tertinggal. Kita harus mampu menghadirkan inovasi pembelajaran yang konkret dan terus mengikuti perkembangan teknologi agar pendidikan kita semakin unggul,” tegas H. Usman Senong.
Proses workshop semakin kaya ketika para peserta melakukan praktik mengajar bersama (team teaching). Melalui simulasi ini, para guru dapat saling memberi masukan konstruktif untuk menyempurnakan rancangan pembelajaran yang telah disusun.
Dengan tuntasnya penyusunan RPP Deep Learning berbasis KBC ini, produk workshop diharapkan tidak hanya menjadi tumpukan dokumen administrasi, tetapi menjadi panduan hidup guru dalam menghadirkan suasana belajar yang teduh, relevan, dan bermakna bagi para siswa di sekolah masing-masing. (Cil/Red)