Makale (Humas Bimas Kristen)Mempersiapkan masa depan yang gemilang bukan sekadar impian, melainkan perjalanan rohani dan mental yang harus dijaga sejak usia remaja. Menyadari tantangan era modern, para Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja berkolaborasi merangkul siswa-siswi UPT SMP Negeri Satap 2 Malimbong Balepe’ untuk menanamkan harga diri dan mencegah pernikahan dini.
Kolaborasi lintas kecamatan ini mempertemukan tiga penyuluh dari wilayah berbeda: Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Rembon, Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Malimbong, dan Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Saluputti bertempat di lingkungan sekolah pada Senin (15/6), kegiatan pembinaan ini diikuti dengan sangat antusias oleh puluhan pelajar.
Pembinaan diawali secara khidmat lewat ibadah bersama dan perenungan firman Tuhan. Para peserta diajak memahami bahwa masa muda adalah waktu istimewa yang dianugerahkan Tuhan untuk belajar, bertumbuh dalam iman, mengembangkan talenta, serta merajut masa depan yang terencana.
Dalam sesi materi, para penyuluh mengupas makna pernikahan menurut iman Kristen sebagai sebuah ikatan kudus yang ditetapkan oleh Allah. Pernikahan bukan sekadar pemenuhan perasaan atau keinginan sesaat, melainkan komitmen seumur hidup yang memerlukan kesiapan rohani, mental, emosional, sosial, hingga ekonomi. Pernikahan di usia yang belum matang rentan memicu berbagai konflik yang berdampak buruk pada keutuhan keluarga dan masa depan anak.
“Remaja yang takut akan Tuhan akan belajar untuk menghormati tubuhnya, menjaga pergaulannya, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang dewasa sebelum membangun sebuah keluarga,” pesan Nelayanti saat memberikan materi di hadapan para siswa.
Lince Tudang memperkuat pesan tersebut dengan mengutip nats Alkitab dari 1 Korintus 6:19-20, yang menegaskan bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus yang harus dijaga dengan penuh hormat dan kesucian.
“Pernikahan adalah lembaga kudus yang ditetapkan oleh Allah. Oleh sebab itu, pernikahan harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh dan dilandasi oleh iman, kasih, serta tanggung jawab,” tegas Lince.
Melalui pembinaan ini, para siswa UPT SMP Negeri Satap 2 Malimbong Balepe’ dibekali kesadaran untuk mengambil keputusan-keputusan hidup yang bijaksana demi masa depan mereka. Kegiatan penuh kehangatan ini kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Sandri, memohon penyertaan Tuhan bagi masa depan generasi muda di Tana Toraja agar bertumbuh menjadi pribadi yang berkarakter Kristus serta menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan masyarakat. (NL/Lind)