Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
KUA

Purnabakti Kedinasan Bukan Akhir Pengabdian: Dedikasi Sukardi Dampingi Majelis Taklim Garassik Tuntaskan Munaqasyah Dirosa

Tayang: Kamis, 13 Agustus 2026 12:04 WITA

Penulis: KUA Gandasil | Editor: Andrew Pangala

36 views 0 suka 2 dibagikan
Purnabakti Kedinasan Bukan Akhir Pengabdian: Dedikasi Sukardi Dampingi Majelis Taklim Garassik Tuntaskan Munaqasyah Dirosa

Gandangbatu Sillanan, Humas KUA – Masa purnabakti bukan akhir dari sebuah pengabdian. Semangat itu tercermin nyata dari sosok Sukardi, Penyuluh Agama Islam Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan. Meski telah mengakhiri masa tugas formalnya pada Desember 2025, Sukardi memilih untuk terus melangkah dan melanjutkan program pembinaan keagamaan yang telah dirintisnya demi kemaslahatan umat.

Salah satu ikhtiar yang terus dirawat Sukardi adalah pembinaan Dirosa (Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa) bagi kelompok Majelis Taklim Al-Fattah di Garotin, Lembang Garassik. Program yang dimulai jauh sebelum masa purnabaktinya tersebut masih menyisakan tahapan krusial yang perlu dituntaskan, yakni pengujian kemampuan membaca Al-Qur'an secara mandiri.

Puncaknya, pada Kamis (13/08/2026), Sukardi bersama Tim Kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gandangbatu Sillanan menggelar munaqasyah bagi para peserta Dirosa di Masjid Al-Fattah Garotin, Lembang Garassik. Agenda munaqasyah ini menjadi tonggak evaluasi penting untuk mengukur perkembangan dan kelancaran membaca Al-Qur’an para peserta setelah mengikuti pembinaan secara berkelanjutan.

Di tengah dinamika purnatugas kedinasan, Sukardi membuktikan bahwa panggilan seorang penyuluh agama meresap jauh melebihi batas lembar SK administrasi. Komitmennya untuk mendampingi jamaah hingga tuntas memperlihatkan keteladanan seorang pendidik agama yang memegang teguh amanah bimbingan spiritual di tengah masyarakat.

Kehadiran Sukardi di tengah-tengah jamaah Majelis Taklim Al-Fattah memberikan inspirasi mendalam. Bagi para peserta, keberlanjutan pembinaan ini bukan sekadar urusan menyelesaikan target kurikulum Dirosa, melainkan dorongan moral bahwa belajar Al-Qur’an tidak pernah mengenal batasan usia maupun status kedinasan pengajarnya.

Ungkapan haru dan syukur disampaikan oleh Laman, salah satu peserta munaqasyah tertua yang lahir pada tahun 1958. Di usianya yang telah menginjak 68 tahun, ia mengaku sangat bersyukur atas kesabaran dan ketelatenan Sukardi dalam membimbingnya dari nol hingga mampu mengikuti munaqasyah dengan percaya diri.

"Berkat semangat dan ketelatenan beliau dalam mengajar, saya bisa mengikuti munaqasyah hari ini," tutur Laman penuh haru.

Tim Kerja KUA Kecamatan Gandangbatu Sillanan turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program pembinaan tersebut. Sinergi yang terjalin antara penyuluh purnabakti, jajaran KUA, majelis taklim, dan masyarakat Garassik menjadi pilar penting dalam mewujudkan layanan bimbingan keagamaan yang berdampak dan berkelanjutan.

Jejak pengabdian Sukardi menegaskan pesan berharga bahwa purnabakti dari tugas negara bukanlah purnabakti dari jalan dakwah. Selama ilmu masih mendekam di dada dan masyarakat membutuhkan bimbingan, nyala semangat untuk mengabdi akan selalu menemukan jalannya. (Red)

Tagar: #Kemenag Tana Toraja #Penyuluh Agama Islam #KUA Gandangbatu Sillanan #Munaqasyah Dirosa #Sukardi #Lembang Garassik #Majelis Taklim Al-Fattah #Pendidikan Al-Qur'an Orang Dewasa #Pengabdian Purnabakti #Garotin

Berita Terkait