Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Sekolah sebagai Rumah Karakter: Tujuh Siswa SMTK Ge'tengan Mengawali Perjalanan dengan Nilai Moderasi Beragama dan Ekoteologi

Tayang: Kamis, 16 Juli 2026 11:37 WITA

Penulis: Cecilia Tania Emanuella | Editor: Andrew Pangala

1,365 views 12 suka 83 dibagikan
Sekolah sebagai Rumah Karakter: Tujuh Siswa SMTK Ge'tengan Mengawali Perjalanan dengan Nilai Moderasi Beragama dan Ekoteologi

Mengkendek (Humas Bimas Kristen) – Hari pertama sekolah menjadi awal yang bermakna bagi tujuh peserta didik SMTK Ge'tengan. Berasal dari berbagai daerah seperti Papua, Sulawesi Tengah, Mamuju, dan Tana Toraja, mereka dipertemukan bukan hanya untuk mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga belajar hidup dalam keberagaman, mencintai lingkungan, dan membangun karakter sejak langkah pertama memasuki dunia pendidikan.

Melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung pada 13–15 Juli 2026, peserta dibekali berbagai materi pembentukan karakter, termasuk Moderasi Beragama, Ciri Khas Satuan Pendidikan Keagamaan Kristen (SPPK), implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), serta Ekoteologi sebagai bagian dari Asta Protas Kementerian Agama RI. Kegiatan dipandu oleh Kepala Sekolah Pdt. Markus Pakiding, S.Th. bersama para guru, dengan menghadirkan Pengawas Guru PAK Margareta Patandean, S.PAK., M.Pd.K. sebagai narasumber.

"Kami ingin para siswa tidak hanya mengenal sekolah sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah yang membentuk karakter, menumbuhkan kepedulian, dan mengajarkan hidup rukun dalam keberagaman," ungkap Margareta Patandean. Menurutnya, moderasi beragama bukan sekadar materi pembelajaran, tetapi nilai yang harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari agar peserta didik mampu hidup rukun, mencintai NKRI, dan menjaga persatuan dalam keberagaman.

Selain mengenal lingkungan sekolah, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan yang mendorong kepedulian terhadap lingkungan, pembentukan karakter, dan kesiapan menjalani proses pembelajaran. Melalui MPLS ini, diharapkan peserta didik tidak hanya siap belajar, tetapi juga bertumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, peduli terhadap sesama, serta mampu menjadi pembawa damai di tengah masyarakat. (cil)

Berita Terkait

Evaluasi SKP Triwulan III, Bimas Kristen Kemenag Tana Toraja Tertibkan Akses Bukti Dukung Kinerja
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Evaluasi SKP Triwulan III, Bimas Kristen Kemenag Tana Toraja Tertibkan Akses Bukti Dukung Kinerja

Seksi Bimas Kristen Kemenag Tana Toraja mengevaluasi capaian SKP Triwulan III bagi guru dan penyuluh agama Kristen dengan menyoroti kendala tautan bukti dukung yang terkunci. Selain penertiban kinerja dan penegakan etika birokrasi, pertemuan ini menyosialisasikan Gerakan BARISAN-SIPAKAINGE sebagai wujud ekoteologi berbasis nilai iman.

16 Okt 2026 653 views Baca Selengkapnya →
Bukan Sekadar Kata di Mimbar: Penyuluh Kristen Makale Selatan Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Pohon Tumbang di Randan Batu
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Bukan Sekadar Kata di Mimbar: Penyuluh Kristen Makale Selatan Salurkan Bantuan dan Kuatkan Korban Pohon Tumbang di Randan Batu

Empat Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale Selatan menyambangi kediaman keluarga Bapak Sini di Dusun Putu', Lembang Randan Batu, Senin (28/09/2026), yang tertimpa musibah pohon tumbang hingga meratakan dapur dan merusak badan rumah. Selain memimpin doa penguatan spiritual, para penyuluh menyalurkan bantuan sembako sebagai wujud nyata gerakan ASTA PROTAS dan kepedulian sosial Kemenag di tengah masyarakat.

29 Sep 2026 1,206 views Baca Selengkapnya →
Saat Maaf Memulihkan Damai: Penyuluh Kristen Makale Bekali Pelajar SMAN 2 Tana Toraja Batasan Sehat Cegah Pernikahan Dini
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Saat Maaf Memulihkan Damai: Penyuluh Kristen Makale Bekali Pelajar SMAN 2 Tana Toraja Batasan Sehat Cegah Pernikahan Dini

Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Makale menggelar pembinaan pencegahan pernikahan dini bagi siswa Kristen di UPT SMAN 2 Tana Toraja pada Jumat (25/09/2026). Mengangkat subtema "Batasan dan Persahabatan yang Sehat", penyuluh membedah empat batasan krusial (fisik, emosional, waktu, dan digital) dengan landasan firman Tuhan lewat metode kelompok kecil yang variatif. Kegiatan ini diwarnai momen haru saat materi menjadi sarana rekonsiliasi dan pemulihan relasi antarsiswa, sekaligus mempertegas komitmen Kemenag Tana Toraja mencetak generasi muda berkarakter dan berintegritas.

25 Sep 2026 879 views Baca Selengkapnya →