Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Bentengi 241 Remaja SMAN 2 Makale: Penyuluh Agama Kristen Cegah Pernikahan Dini Lewat Metode Kelompok Kecil

Tayang: Selasa, 25 Agustus 2026 18:16 WITA

Penulis: Bimas Kristen Tana Toraja | Editor: Andrew Pangala

4 views 0 suka 2 dibagikan
Bentengi 241 Remaja SMAN 2 Makale: Penyuluh Agama Kristen Cegah Pernikahan Dini Lewat Metode Kelompok Kecil

Makale, Humas Bimas Kristen – Dalam upaya menekan angka perkawinan anak di Kabupaten Tana Toraja, Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja menggelar pembinaan edukatif pencegahan pernikahan dini bagi 241 siswa SMAN 2 Makale, Rabu (26/08/2026). Rangkaian kegiatan diawali dengan pembinaan rohani bersama di aula sekolah sebelum dilanjutkan ke sesi pendalaman kelompok.

Sebagai langkah preventif yang efektif, terarah, dan bermakna, pembinaan dilaksanakan menggunakan metode kelompok kecil. Seluruh peserta didik dibagi ke dalam kelompok-kelompok diskusi yang didampingi secara intensif oleh masing-masing penyuluh agama. Pendekatan ini dirancang agar setiap siswa mendapatkan ruang aman untuk mengeksplorasi pemahaman, menyampaikan pandangan, serta berdiskusi secara mendalam mengenai realitas dan risiko pernikahan dini.

Antusiasme peserta didik tampak tinggi selama sesi diskusi. Para siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman terkait fenomena sosial yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penyuluh agama menyajikan materi yang komprehensif, mencakup analisis fenomena perkawinan anak, pemahaman regulasi perundang-undangan, perubahan biologis usia remaja, hingga dampak berisiko pernikahan dini dari perspektif kesehatan fisik, psikologis, dan sosial.

Dari aspek keimanan, penyuluh agama memberikan penguatan spiritual berbasis ajaran Alkitab dengan mengusung tema "Tubuhku adalah Bait Allah". Prinsip ini menjadi pengingat moral yang kuat bagi para remaja untuk menghargai dan menjaga kehormatan diri sebagai bentuk tanggung jawab iman. Penyuluh menegaskan bahwa tubuh hendaknya dipergunakan untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk tindakan berisiko yang dapat merusak masa depan remaja.

Kegiatan pembinaan preventif ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMAN 2 Makale bersama jajaran dewan guru mengapresiasi inisiatif kolaboratif para penyuluh agama Kristen Kemenag Tana Toraja. Pihak sekolah menilai pembinaan ini sangat krusial dalam membuka wawasan remaja, menumbuhkan kesadaran moral, serta membentengi generasi muda dari risiko pernikahan dini. (Humas Bimas Kristen/Red)

Berita Terkait