Makale Selatan, Humas Bimas Kristen – Di tengah tantangan penguatan karakter generasi muda di era digital, Penyuluh Agama Kristen Makale Selatan berkolaborasi dengan Penyuluh Agama Islam mengambil langkah nyata dengan menggelar pembinaan lintas agama di SMKN 4 Tana Toraja, Rabu (26/08/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki fondasi moral yang kokoh serta mampu menghargai keberagaman sejak dini.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Makale Selatan secara khusus memberikan pembinaan melalui materi "Toleransi dalam Kehidupan Sehari-hari". Pembinaan dikemas secara dialogis agar siswa memahami esensi menghargai perbedaan, membangun empati, serta mampu menolak segala bentuk perundungan (bullying) atas nama perbedaan di lingkungan sekolah. Pada saat yang sama, Penyuluh Agama Islam memperkuat fondasi tersebut lewat materi "Keimanan" untuk membentuk karakter remaja yang bertanggung jawab.
Kolaborasi lintas agama ini mendapat respons positif dari pihak sekolah. Kepala SMKN 4 Tana Toraja, Daniel Paberu Kabanga, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran para penyuluh agama Kemenag. Daniel menegaskan bahwa kehadiran para penyuluh membawa suasana belajar yang lebih sejuk dan memberikan perspektif baru bagi para siswa tentang pentingnya hidup berdampingan secara harmonis.
Dampak jangka panjang yang diharapkan dari praktik baik (good practice) ini adalah terciptanya ekosistem sekolah yang damai, aman, dan inklusif. Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Kementerian Agama melalui para penyuluhnya di lapangan mampu memberikan solusi konkret bagi pendidikan karakter serta melahirkan generasi muda Tana Toraja yang toleran, santun, dan berintegritas. (Humas Bimas Kristen/Red)