Sangalla' (Humas Penyelenggara Katolik) — Masa remaja di bangku sekolah semestinya diisi dengan merajut cita-cita, menimba ilmu, dan mematangkan kepribadian, bukan tergesa-gesa memikul beban bahtera rumah tangga. Semangat tersebut melandasi langkah preventif Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tana Toraja saat menggelar Bimbingan Perkawinan Pranikah bagi Remaja Usia Sekolah di UPT SMPN 1 Sangalla' Selatan, Jumat (25/09/2026).
Program edukatif yang digawangi oleh dua Penyuluh Agama Katolik, Yunus Joni, S.Ag. dan Damaris Tandiayu', S.Ag., ini menyasar para peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar terpadu lintas sektor dalam menekan laju perkawinan anak di tingkat akar rumput, sekaligus membentengi generasi muda dengan literasi kesiapan fisik, psikologis, emosional, serta kematangan spiritual.
Dalam suasana bimbingan yang akrab dan interaktif, Yunus Joni dan Damaris Tandiayu' membedah hakikat Sakramen Perkawinan dalam terang ajaran Gereja Katolik. Mereka menegaskan bahwa perkawinan bukanlah sekadar luapan ketertarikan emosional sesaat, melainkan sebuah panggilan suci dan komitmen seumur hidup yang menuntut kedewasaan utuh dari kedua belah pihak.
"Kami melihat pentingnya memberikan pemahaman kepada para remaja agar mereka fokus menyelesaikan pendidikan dan meraih cita-cita terlebih dahulu. Perkawinan dini kerap membawa risiko tinggi, baik dari sisi kesehatan ibu dan anak, potensi kekerasan dalam rumah tangga, hingga masalah ekonomi," tegas Joni di sela-sela pemaparan materinya.
Selain pendalaman iman dan nilai-nilai Kristiani, pembinaan ini dikemas komunikatif melalui ruang diskusi kelompok serta telaah studi kasus nyata. Para siswa diajak berdialog mengenai kesehatan reproduksi, manajemen emosi di masa pubertas, hingga bahaya stunting pada anak akibat ketidaksiapan fisik dan minimnya pengetahuan orang tua yang masih berusia belia. Materi tersebut diperkaya dengan pemahaman tentang panggilan membangun keluarga yang tangguh sebagai "Gereja Domestik" (Ecclesia domestica), tempat iman dan budi pekerti luhur pertama kali disemai.
Antusiasme peserta tampak hidup sepanjang kegiatan. Pihak UPT SMPN 1 Sangalla' Selatan bersama para siswa menyambut positif kehadiran para penyuluh agama. Para siswa mengaku mendapatkan sudut pandang baru yang mencerahkan mengenai pentingnya merencanakan masa depan secara matang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan besar dalam hidup.
Melalui bimbingan pranikah usia sekolah ini, jajaran Penyelenggara Katolik Kemenag Tana Toraja berharap terbangun benteng pertahanan sosial yang kokoh di lingkungan keluarga dan sekolah. Pembinaan berkelanjutan ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda Katolik Tana Toraja yang cerdas, berkepribadian tangguh, bertanggung jawab, serta siap menyongsong masa depan yang harmonis dan sejahtera. (FR/Red)