Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Gantungkan Harapan di Pohon Mimpi: Ketika Anak-Anak Simbuang Sambut Hari Anak Nasional 2026 Bersama Penyuluh Kemenag

Tayang: Kamis, 23 Juli 2026 19:07 WITA

Penulis: Bimas Kristen Tana Toraja | Editor: Andrew Pangala

986 views 6 suka 22 dibagikan
Gantungkan Harapan di Pohon Mimpi: Ketika Anak-Anak Simbuang Sambut Hari Anak Nasional 2026 Bersama Penyuluh Kemenag

Mengkendek, Humas Bimas Kristen – Secarik kertas berisi untaian cita-cita perlahan tertempel di dahan Pohon Mimpi. Di balik kepolosan raut wajah puluhan murid UPT SDN 14 Mengkendek, Lembang Simbuang, memancar binar semangat dan harapan besar untuk menjadi bagian dari masa depan Indonesia. Pemandangan penuh kehangatan itu mewarnai peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 yang digelar oleh Penyuluh Agama Kristen lintas kecamatan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja, Rabu (22/7/2026).

Peringatan HAN 2026 di sekolah pedesaan Mengkendek tersebut mengusung tema nasional "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan". Bagi para penyuluh agama dan pihak sekolah, pesan ini dirajut bukan sekadar slogan penghias spanduk, melainkan komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dalam pembinaan ini, para penyuluh mengangkat dua subtema utama, yaitu "Lindungi Teman: Berbeda Itu Biasa, Berteman Itu Luar Biasa, Setara Tanpa Kekerasan" serta "Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045". Melalui dialog interaktif yang santai, anak-anak diajak untuk merawat keberagaman, menjalin persahabatan tanpa diskriminasi, serta berani menjadi pelopor lingkungan sekolah yang bebas dari kekerasan.

Suasana kian semarak ketika siswa-siswi diajak meretas mimpi menyongsong Indonesia Emas 2045. Dengan antusias, mereka menuliskan cita-cita di secarik kertas lalu menempelkannya di Pohon Mimpi sebagai simbol harapan, tekad, dan doa untuk berkontribusi bagi bangsa di masa mendatang.

Memaknai perlindungan anak, para penyuluh membekali para siswa pemahaman mengenai bahaya perundungan (bullying). Penekanan diberikan bahwa setiap anak adalah anugerah Tuhan yang berhak hidup aman, terbebas dari perundungan, eksploitasi, maupun praktik perkawinan anak. Mereka juga ditegaskan memiliki hak atas pendidikan berkualitas sebagai bekal menjadi generasi pemimpin cerdas kelak.

Seluruh rangkaian peringatan dikemas secara edukatif dan menyenangkan lewat permainan interaktif (games), pembinaan motivasi, serta doa bersama. Kepala UPT SDN 14 Mengkendek, Yakob Kano Mangalla, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kolaborasi dan kehadiran para penyuluh agama di sekolahnya.

"Kami bersyukur dan berterima kasih atas kehadiran Penyuluh Agama Kristen dari Kantor Kemenag Tana Toraja yang telah membersamai siswa-siswi kami dalam memperingati Hari Anak Nasional 2026. Kami merasa bangga sekolah ini menjadi bagian dari pelayanan penyuluh agama. Kiranya kegiatan ini memberikan manfaat dan menjadi berkat bagi anak-anak," tutur Yakob.

Sebagai penutup sekaligus wujud nyata merawat masa depan, kegiatan diakhiri dengan aksi ekoteologi melalui penanaman bibit pohon di lingkungan sekolah. Melalui penanaman pohon ini, para penyuluh menanamkan kesadaran ekologis sejak dini—mengajak anak-anak mencintai dan menjaga bumi sebagai rumah bersama agar tetap lestari bagi generasi mendatang.

Berita Terkait

Meniup Semangat Bermimpi Anak-Anak Mappak: Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di UPT SDN 02 Mappak
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Meniup Semangat Bermimpi Anak-Anak Mappak: Peringatan Hari Anak Nasional 2026 di UPT SDN 02 Mappak

Penyuluh Agama Kristen Kemenag Tana Toraja menggelar bimbingan karakter dan perayaan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 di UPT SDN 02 Mappak, Jumat (31/7/2026). Dihadiri PKK Kecamatan Mappak, Pendamping Sosial Kemensos, dan Pemerintah Setempat, kegiatan diisi dengan penulisan mimpi, refleksi kepemimpinan Kristiani, serta kuis interaktif untuk memotivasi anak-anak pelosok menyongsong Indonesia Emas 2045.

05 Agt 2026 88 views Baca Selengkapnya →