Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
Seksi Bimbingan Masyarakat Kristen

Uji Kompetensi Bukan Sekadar Mengukur Kemampuan: 5 Penyuluh Kristen Mantapkan Integritas Pelayanan di Kemenag Tana Toraja

Tayang: Rabu, 02 September 2026 11:21 WITA

Penulis: Bimas Kristen Tana Toraja | Editor: Andrew Pangala

58 views 1 suka 20 dibagikan
Uji Kompetensi Bukan Sekadar Mengukur Kemampuan: 5 Penyuluh Kristen Mantapkan Integritas Pelayanan di Kemenag Tana Toraja

Makale, Humas Bimas Kristen – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja dipercaya menjadi salah satu titik lokasi pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) Kenaikan Jenjang Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Kristen Pegawai Negeri Sipil (PNS) Periode 2026 untuk wilayah Sulawesi Selatan pada Rabu (02/09/2026).

Sebanyak lima penyuluh agama Kristen dari tiga satuan kerja kementerian agama di Sulawesi Selatan memusatkan konsentrasi dan dedikasi mereka dalam tahapan penilaian kompetensi ini. Kelima peserta tersebut meliputi Junita Bato’sau, S.Th., M.Mis. dan Dortje Tonapa, S.Th. dari Kemenag Toraja Utara; Andarias Sanda Kala’lembang, M.Th. dan Desi Nelly Kaya, S.Pd.K. dari Kemenag Tana Toraja; serta Dominggus, S.Th. dari Kemenag Kota Parepare.

Kegiatan strategis ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen bekerja sama dengan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementerian Agama RI. Pembukaan berlangsung serentak secara nasional melalui sambungan virtual (zoom meeting) yang diawali dengan doa bersama dan diikuti oleh 58 peserta penyuluh agama Kristen se-Indonesia.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kemenag RI, Jeane Marie Tulung, membuka kegiatan secara resmi sekaligus memberikan arahan pembinaan kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, Jeane mengajak para penyuluh untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan berharga mengikuti uji kompetensi kenaikan jenjang tersebut.

"Kesempatan ini merupakan anugerah dari Tuhan sehingga saudara-saudara dapat mengikuti uji kompetensi. Mari syukuri anugerah Tuhan ini dan selamat mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya," tutur Jeane memberi semangat.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Kristen menegaskan bahwa uji kompetensi bukan sekadar proses mengukur penguasaan teknis dan pengetahuan semata, melainkan momentum pemantapan integritas serta mutu pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

"Penilaian uji kompetensi bukan sekadar proses mengukur pengetahuan dan kemampuan seorang penyuluh. Kegiatan ini merupakan kesempatan bagi penyuluh untuk meningkatkan profesionalitas dan integritas dalam melayani masyarakat. Yang terpenting, seorang penyuluh tidak hanya menguasai pemahaman iman Kristen, tetapi juga menjadi teladan dan memberi penguatan spiritual. Di era digital saat ini, penyuluh agama dituntut untuk terus berkomitmen dan berupaya meningkatkan pelayanan yang berdampak karena penyuluh adalah pembawa damai dan penyejuk di tengah umat," tegasnya.

Pelaksanaan Ukom di Makale dikoordinasikan langsung oleh tim penyelenggara dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Merpati Sampe Liling selaku ketua tim bersama Arius Damarto Rombe Allo sebagai anggota. Kehadiran tim pendamping memastikan seluruh tahapan ujian berjalan tertib, lancar, dan transparan sembari memberikan dukungan moril agar para peserta dapat meraih hasil optimal demi peningkatan mutu layanan umat. (Red)

Tagar: #ASN #Bimas Kristen #Bimas Kristen Kemenag Tana Toraja #Penyuluh Agama Kristen #Kementerian Agama Tana Toraja #Uji Kompetensi

Berita Terkait