Makale, Humas Bimas Kristen – Usia senja bukanlah akhir dari produktivitas spiritual, melainkan wujud waktu istirahat penuh kasih yang dianugerahkan Tuhan. Semangat inilah yang menghangatkan suasana Gedung Gereja Toraja Jemaat Pantan, Kelurahan Pantan, Kecamatan Makale, saat puluhan kaum usia lanjut (lansia) berkumpul mengikuti pembinaan rohani di sela kegiatan Posyandu Lansia, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani ini dihadiri dan dipandu langsung oleh tim Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja wilayah Kecamatan Makale yang terdiri dari Jeniaprillah, Delviana Uzi, Alfrida Palinggi’, Pepbriani Sombolola, Riyanti Dirri’, Linda, dan Eunike Queen Mala.
Mengangkat tema pencerahan "Seni Berdamai dengan Waktu" yang berlandaskan pada perenungan Alkitab (Amsal 17:22 dan 2 Korintus 4:16), para penyuluh mengajak umat lansia memahami dan menerima perubahan kondisi fisik serta batasan usia dengan sudut pandang iman dan psikologi yang positif. Pendekatan ini bertujuan memupuk ketenangan batin, rasa syukur, serta sukacita di masa tua.
Dalam suasana yang dipenuhi rasa kekeluargaan, para lansia disadarkan untuk tidak terjebak dalam penyesalan masa lalu maupun kekhawatiran akan hari esok. Sebaliknya, mereka diajak untuk menikmati setiap detik kehidupan sebagai pemberian Tuhan yang sangat berharga.
"Di masa muda dulu, hidup Bapak dan Ibu mungkin dipenuhi berbagai target: bekerja keras, mencari nafkah, membesarkan anak-anak, hingga memikirkan masa depan keluarga. Namun kini, di masa senja yang indah ini, Tuhan sedang memberikan waktu untuk beristirahat. Tugas utama kaum lansia adalah menjadi pendoa syafaat bagi keluarga serta menjadi tempat teduh tempat anak dan cucu meminta nasihat serta ketenangan hati," tutur para penyuluh saat membawakan pembinaan.
Penyuluhan ini juga menekankan agar para lansia berfokus mensyukuri hal-hal yang masih berfungsi di dalam diri, ketimbang meratapi apa yang telah berkurang. Anugerah Tuhan ditegaskan masih bekerja secara luar biasa—seperti raga yang masih dimampukan merangkul cucu, menyiram tanaman, telinga yang masih setia mendengar alunan kidung pujian dan canda tawa keluarga, serta bibir yang tak henti memanjatkan doa setiap pagi.
Selain penguatan rohani, para penyuluh mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan mental melalui pola hidup sehat, tetap aktif berinteraksi dalam kegiatan sosial keagamaan, serta senantiasa memelihara keharmonisan di tengah keluarga. Di akhir pertemuan, kaum lansia diajak melatih diri agar tidak mudah tersinggung, belajar memaafkan perjalanan masa lalu, dan menikmati setiap momen kecil dalam hidup dengan senyuman penuh syukur.
Melalui bimbingan berkelanjutan ini, Kemenag Tana Toraja melalui Penyuluh Agama Kristen meneguhkan komitmennya untuk hadir mendampingi seluruh lapisan masyarakat—memastikan para sesepuh umat dapat menjalani hari tua dengan bermartabat, damai, dan penuh sukacita iman.