Logo Kemenag SIRITA Sistem Informasi Religi Tana Toraja
KUA

Merawat Persaudaraan di Kaki Gunung: Hangatnya Pengajian Lintas Kecamatan KUA Bonggakaradeng

Tayang: Selasa, 23 Juni 2026 07:42 WITA

Penulis: KUA Bonggakaradeng | Editor: Andrew Pangala

1 views 0 suka 0 dibagikan
Merawat Persaudaraan di Kaki Gunung: Hangatnya Pengajian Lintas Kecamatan KUA Bonggakaradeng
Arahan Kepala KUA Kecamatan Bonggakaradeng

Bonggakaradeng, Humas KUA Bonggakaradeng – Jarak dan luasnya bentang alam pegunungan rupanya tak menyurutkan semangat warga untuk merajut tali kebersamaan. Pemandangan menyejukkan ini terlihat nyata di Masjid Nur Ilham Tanete pada Ahad (21/7/2026), tatkala ratusan warga dari Kecamatan Bonggakaradeng dan Kecamatan Rano larut dalam kehangatan Pengajian Bulanan Tingkat Kecamatan.

Diinisiasi oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bonggakaradeng, program unggulan ini tidak sekadar menjadi ajang transfer ilmu agama, tetapi juga menjelma sebagai wadah integrasi sosial yang menyatukan masyarakat lintas wilayah. Mengingat rentang geografis yang cukup luas, kehadiran pembinaan spiritual yang konsisten dan merata di tengah-tengah warga menjadi sebuah kebutuhan yang krusial.

Nuansa kekeluargaan sudah terbangun bahkan sebelum acara inti dimulai. Suasana kian hidup lewat lantunan selawat dari para santri Babul Khaerat Tanete, yang kemudian disemarakkan oleh tabuhan qasidah rebana dari ibu-ibu Majelis Taklim. Antusiasme warga yang berlomba-lomba hadir membuktikan betapa dirindukannya momen perjumpaan seperti ini.

Sinergi yang terbangun erat antara KUA, pemerintah setempat, dan pengurus masjid ini mendapat apresiasi langsung dari Kepala Lembang Rano. Dalam arahannya, Kepala KUA Bonggakaradeng turut menegaskan komitmen lembaganya untuk terus hadir menyapa dan membina umat hingga ke pelosok. Puncak dahaga spiritual warga pun terjawab lewat tausiyah mendalam yang disampaikan dengan apik oleh Ustadz Ja’far.

Ada hal menarik yang begitu kental dengan nilai kearifan lokal di penghujung acara. Sejalan dengan tradisi masyarakat setempat yang gemar berbagi dan bersyukur, pengajian ditutup dengan momen makan bersama. Seluruh jemaah duduk berbaur menikmati hidangan, meleburkan sekat-sekat wilayah. Tradisi ini bukan semata tentang menyantap makanan, melainkan menjadi simbol keharmonisan dan pengikat persaudaraan yang nyata antarwarga.

Program pengajian rutin ini membuktikan bahwa pembinaan keagamaan yang dipadukan dengan nilai-nilai kebersamaan mampu menjadi fondasi spiritual yang kokoh. Lewat kehangatan di Masjid Nur Ilham Tanete, KUA Bonggakaradeng dan warga membuktikan bahwa kerukunan dan persaudaraan adalah modal utama dalam memajukan wilayah mereka di masa mendatang. (Rustri)

Berita Terkait