Makale, Humas Penyelenggara Katolik – Langkah nyata untuk memperkuat wadah kebersamaan dan kualitas pendampingan keagamaan ditunjukkan oleh para Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tana Toraja. Bertempat di ruang istirahat Satuan Kerja (Satker) Penyelenggara Katolik, para penyuluh berkumpul menggelar pertemuan intensif menyusun Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Kelompok Kerja Penyuluh (POKJALUH) Katolik pada Jumat (24/7/2026).
Penyusunan AD dan ART ini menjadi bagian integral dalam membangun fondasi organisasi yang kokoh di lingkup Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Katolik. Langkah strategis tersebut merujuk pada Surat Keputusan Ditjen Bimas Katolik Nomor 184 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Kelompok Kerja Penyuluh Agama Katolik.
Kegiatan ini sejalan dengan arahan Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Penyuluhan Ditjen Bimas Katolik, Barnabas Ola Baba, S.Ag. Dalam instruksinya melalui saluran resmi Ditjen Bimas Katolik, Barnabas meminta setiap Satker Kemenag di daerah untuk merespons cepat pembentukan POKJALUH serta merumuskan AD dan ART sebagai pijakan operasional.
Menindaklanjuti arahan tersebut, para penyuluh Katolik Kemenag Tana Toraja telah membentuk kepengurusan POKJALUH yang diketuai oleh Fatli Rasid Papulung, S.Ag. Pengurus yang terbentuk kemudian bergerak merumuskan draf AD dan ART organisasi agar memiliki tata kelola yang terarah dan berkelanjutan.
Penyelenggara Katolik Kantor Kemenag Tana Toraja, Pius Baturante, S.S., menyambut positif semangat para penyuluh dalam merampungkan dokumen dasar organisasi tersebut. Menurutnya, POKJALUH bukan sekadar wadah administratif, melainkan tempat bagi para penyuluh untuk saling menguatkan dan bertukar ide dalam membina masyarakat.
"Wadah POKJALUH menjadi tempat bagi para penyuluh untuk berbagi bersama dalam hal bimbingan dan penyuluhan kepada kelompok sasaran dan umat binaan Katolik di Tana Toraja," ujar Pius. Ia menegaskan bahwa seluruh materi AD dan ART disusun dengan cermat sesuai juknis yang diterbitkan Ditjen Bimas Katolik.
Pertemuan yang berlangsung penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting untuk mempererat soliditas antar-penyuluh Katolik di Tana Toraja. Sebanyak lima penyuluh agama Katolik hadir secara tatap muka di lokasi kegiatan, sementara satu penyuluh lainnya turut berpartisipasi aktif secara daring melalui live chat. Kehadiran seluruh personel ini mempertegas komitmen bersama dalam menghadirkan pelayanan keagamaan Katolik yang berkualitas dan menyentuh kebutuhan umat di Tana Toraja.