Tambunan, Humas Penyelenggara Katolik – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Penyuluh Lintas Agama Kecamatan Makale Utara menggelar kegiatan Semarak Kemerdekaan di UPT SDN 4 Makale Utara, Jumat (21/08/2026). Kegiatan yang terpusat di halaman sekolah tersebut menjadi langkah nyata dalam menanamkan dan meningkatkan semangat kebangsaan serta cinta tanah air kepada siswa sejak usia dini.
Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan mewarnai jalannya acara. Berbagai aktivitas dan lomba edukatif digelar dengan melibatkan antusiasme seluruh siswa beserta para tenaga pendidik. Beragam perlombaan khas kemerdekaan disajikan, mulai dari lomba makan kerupuk, sambung lirik lagu kebangsaan, tebak warna, hingga lomba meniup bola pingpong. Gelak tawa dan sorak sorai persaudaraan tampak membuncah di arena perlombaan, di mana para murid belajar memaknai arti kemerdekaan melalui nilai persatuan, gotong royong, serta rasa kebersamaan.
Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kehadiran para Penyuluh Lintas Agama menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai moderasi beragama kepada generasi muda. Lewat pendekatan yang ramah anak, interaktif, dan menyenangkan, para penyuluh mengajak para siswa untuk senantiasa menghargai perbedaan, merawat kerukunan antarumat beragama, serta membangun ikatan persaudaraan yang erat di tengah keberagaman masyarakat Tana Toraja.
Kepala UPT SDN 4 Makale Utara, Naomi Kala, menyambut hangat dan mengapresiasi penuh atas inisiatif kolaboratif para penyuluh lintas agama. Menurutnya, kegembiraan para siswa dalam mengikuti rangkaian perlombaan memberikan kesan mendalam bagi iklim belajar di sekolah.
"Para siswa dengan semangat mengikuti kegiatan dan berharap kegiatan ini tidak berhenti hari ini tetapi berlanjut ke depannya," ungkap Naomi penuh antusias.
Jajaran Penyuluh Lintas Agama Kecamatan Makale Utara berharap kegiatan Semarak Kemerdekaan ini tidak hanya memberikan pengalaman positif bagi tumbuh kembang anak, melainkan juga memperkuat sinergitas antara penyuluh agama dan lembaga pendidikan. Sinergi ini dipandang penting untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa yang toleran, berakhlak mulia, cinta tanah air, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan Indonesia.
Turut hadir langsung mengawal dan menyemarakkan kegiatan ini para penyuluh dari berbagai majelis agama, yakni Penyuluh Agama Katolik Fatli Rasid Papulung; Penyuluh Agama Kristen yang terdiri atas Gusti Lisu, Haristyono Kiding Allo, Zakharia Yoseph Paranta, Sintikhe Pasaribu, Rini Bunga, dan Desi Nelly Kaya; serta Penyuluh Agama Hindu Anggra Bayu Santoso. (FR/Red)