Makale, Humas MIM To’kaluku – Gemuruh suara dan pelafalan bahasa daerah yang lugas terdengar dari atas panggung tatkala Syifa Sauqiyah, siswi kelas V Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) To’kaluku, tampil dalam ajang Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Makale di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Tana Toraja, Rabu (30/09/2026). Di hadapan dewan juri dan hadirin, siswi belia ini menunjukkan keberanian dan kecintaannya pada bahasa leluhur lewat cabang lomba pidato bahasa daerah kategori putri.
Keikutsertaan Syifa membawa misi penting bagi dunia pendidikan madrasah, yakni membuktikan bahwa anak-anak madrasah tidak hanya tekun mendalami ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga menjadi tunas muda yang bangga merawat bahasa ibu. Melalui artikulasi bahasa Toraja yang fasih dan sarat pesan moral, penampilannya memikat perhatian sebagai wujud nyata pelestarian budaya lokal sejak usia dini.
Pihak madrasah menempatkan ajang FTBI sebagai wahana strategis untuk mengasah kecakapan literasi bertutur sekaligus menanamkan rasa percaya diri murid dalam mengekspresikan gagasan di ruang publik.
Kepala MIM To’kaluku, Hj. Nirwana Tandiara, menegaskan bahwa partisipasi aktif siswinya merupakan bukti komitmen madrasah dalam menjaga warisan kearifan lokal agar tidak tergerus arus zaman.
“Keikutsertaan ananda Syifa merupakan bentuk kepedulian nyata bahwa kami di madrasah sangat menghargai dan menjunjung tinggi bahasa lokal, khususnya bahasa Tana Toraja. Kami ingin anak-anak tumbuh dengan akar budaya yang kokoh,” ungkap Hj. Nirwana Tandiara.
Melalui momentum FTBI ini, keluarga besar MIM To’kaluku menaruh harapan besar agar semangat yang ditunjukkan Syifa mampu menular kepada murid-murid lainnya. Mencintai bahasa daerah dipandang sebagai pilar utama dalam merawat jati diri generasi penerus bangsa di tengah tantangan globalisasi. (MH/Red)