Rantetayo, Humas Bimas Kristen – Mengusung semangat "Sayangi Anak, Lindungi, dan Bangun Masa Depan", Penyuluh Agama Kristen Kecamatan Rantetayo menggelar kegiatan pembinaan edukatif dan inspiratif di UPT SDN 07 Rantetayo pada Jumat (24/7/2026). Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, ramah, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak.
Melalui pendekatan yang komunikatif, para penyuluh menguraikan tiga hal pokok pembinaan kepada para siswa:
Pertama, materi "Lindungi Teman", di mana anak-anak diajak memahami prinsip "berbeda itu biasa, berteman itu luar biasa, setara tanpa kekerasan". Peserta didik didorong untuk selalu menghargai perbedaan, membangun persahabatan tanpa diskriminasi, serta menolak keras segala bentuk perundungan (bullying) dan kekerasan di lingkungan sekolah.
Kedua, materi "Kalau Aku Jadi Pemimpin Indonesia Tahun 2045". Pembinaan ini memotivasi para siswa agar berani bermimpi besar, memupuk kejujuran, rasa tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sejak dini sebagai bekal menjadi bagian dari Generasi Emas Indonesia 2045.

Ketiga, aksi nyata "Peduli Ciptaan Tuhan". Sebagai penutup rangkaian pembinaan, Penyuluh Agama Kristen menyerahkan bibit pohon secara simbolis kepada Kepala UPT SDN 07 Rantetayo yang dilanjutkan dengan gerakan penanaman pohon bersama di area sekolah.
Aksi penghijauan ini merupakan wujud konkret penjabaran program prioritas Menteri Agama terkait Penguatan Ekoteologi. Melalui gerakan ini, semangat mencintai dan merawat lingkungan hidup terus digaungkan oleh jajaran Penyuluh Agama Kristen Kemenag Tana Toraja dalam setiap ruang bimbingan dan penyuluhan di tengah masyarakat. (Humas Bimas Kristen/Red)