Makale, Humas MAN Tana Toraja — Suasana hangat dan penuh kebersamaan memenuhi Gedung Perpustakaan & Laboratorium Terpadu MAN Tana Toraja hari ini Rabu, 29 Juli 2026. Seluruh elemen madrasah—mulai dari para siswa, guru, hingga staf tata usaha—berkumpul bersama untuk menyimak sosialisasi program inovasi Zona Integritas (ZI) bertajuk "SADAR MASERO".
Program yang dicetuskan oleh Agen Perubahan MAN Tana Toraja, Marlina, S.Pd.I, ini menjadi langkah nyata dalam menghidupkan nilai-nilai kebersihan, kesadaran lingkungan, serta integritas di lingkungan madrasah.
Secara harfiah, SADAR MASERO merupakan akronim dari Sebelum dan Sesudah Aktivitas Dilakukan Agar Rutin Membersihkan Area Sekolah dengan Rapi dan Optimal. Kata "Masero" diserap dari bahasa lokal Toraja yang bermakna bersih. Pemilihan nama ini memadukan nilai kearifan lokal dengan semangat pembentukan karakter disiplin bagi seluruh warga sekolah.
Melalui program SADAR MASERO, madrasah tidak hanya ingin menghadirkan lingkungan yang rapi, tetapi juga menyentuh sisi humanis warga sekolah. Program ini mengajak setiap individu untuk saling peduli, menghargai ruang belajar bersama, serta memupuk rasa tanggung jawab kolektif.
"Lingkungan belajar yang bersih dan nyaman adalah awal dari pikiran yang tenang serta semangat belajar yang positif. SADAR MASERO bukan sekadar aturan, melainkan ajakan bagi kita semua—guru, siswa, dan staf—untuk saling menjaga rumah belajar kita dengan penuh rasa memiliki," ujar Marlina, S.Pd.I, di hadapan para peserta sosialisasi.
Dalam pemaparannya, Marlina menjelaskan bahwa pelaksanaan SADAR MASERO menyasar aktivitas harian dan mingguan. Sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran, siswa diajak membiasakan diri merapikan meja-kursi, menyapu, serta memastikan area sekitar bebas sampah.
Budaya ini juga berlaku sama bagi para guru dan staf. Sebelum memulai dan selesai bekerja, mereka diimbau menata ruang kerja, mengelola dokumen serta peralatan elektronik dengan aman, hingga memastikan kerapian ruangan. Setiap pekan, semangat gotong royong ditumbuhkan lewat aksi kerja bakti membersihkan area publik sekolah seperti taman, lapangan, kantin, dan toilet.
Untuk mengawal keberlanjutan gerakan ini, madrasah juga membentuk "Duta Kebersihan" yang melibatkan perwakilan siswa di setiap kelas. Kehadiran Duta Kebersihan diharapkan mampu memotivasi teman-teman sebaya secara persuasif dan merangkul sesama siswa agar konsisten menjaga kebersihan tanpa merasa tertekan.
Langkah inovatif ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala MAN Tana Toraja, Hj. Rosmawan, S.Ag., M.Pd. Beliau mengapresiasi partisipasi aktif seluruh warga madrasah dan berharap SADAR MASERO dapat menanamkan nilai karakter yang berguna hingga para siswa bermasyarakat kelak.
Dengan dimulainya sosialisasi SADAR MASERO, MAN Tana Toraja memantapkan komitmennya dalam mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Lebih dari sekadar pemenuhan administrasi Zona Integritas, gerakan ini menjadi bukti bahwa perubahan besar senantiasa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama secara rutin dan penuh kesadaran.