Rembon, Humas Penyelenggara Katolik – Perwakilan peserta didik dan guru Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Santo Aloysius Gonzaga berpartisipasi dalam pameran produk pangan lokal pada rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) di Paroki Santo Antonius Rembon, Kamis (15/10/2026).
Pameran tersebut menampilkan beragam potensi komoditas pangan lokal yang dapat dikembangkan menjadi bahan pangan bernutrisi maupun produk olahan bernilai guna. Keikutsertaan murid dan pendidik SMAK Santo Aloysius Gonzaga menunjukkan komitmen nyata lembaga pendidikan keagamaan dalam memperkenalkan keanekaragaman pangan daerah sekaligus membangun pembiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.
Pemanfaatan bahan pangan lokal memiliki peran strategis bagi ketahanan masyarakat. Selain menjadi sumber pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan bahan pangan di lingkungan sekitar turut mendukung petani dan pelaku usaha lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan luar daerah, serta mendorong perputaran ekonomi warga.
Nuansa ekologis dalam pameran ini menekankan bahwa urusan pangan tidak semata berkaitan dengan konsumsi jasmani, melainkan berhubungan erat dengan tanggung jawab manusia dalam merawat kelestarian alam. Langkah sederhana yang dikampanyekan meliputi pemilihan bahan pangan lokal, pengurangan penggunaan kemasan plastik sekali pakai, pemanfaatan bahan secara bijaksana, hingga pencegahan timbulan sampah makanan (food waste).
Melalui kegiatan ini, para murid diajak semakin mengenali kekayaan pangan daerah dan mempraktikkan pola konsumsi yang bertanggung jawab. Pendampingan guru turut menjadi ruang edukatif untuk memacu kreativitas, kepedulian sosial, serta sikap menghargai hasil bumi para petani lokal.
Dalam perspektif ajaran iman Katolik, kepedulian terhadap pangan dan kelestarian alam merupakan bagian utuh dari tanggung jawab memelihara keutuhan ciptaan Tuhan. Semangat ini selaras dengan seruan Gereja untuk senantiasa merajut keharmonisan antara manusia, sesama, dan alam ciptaan melalui tindakan nyata sehari-hari.
Kepala SMAK Santo Aloysius Gonzaga, Pastor Bartolomeus Pararak, mengapresiasi penyelenggaraan pameran produk tersebut. Ia menekankan pentingnya keberlanjutan pesan di balik peringatan tahunan ini.
"Peringatan Hari Pangan Sedunia melalui pameran produk ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk membangun kesadaran bersama mengenai ketahanan pangan, penghargaan terhadap produk lokal, dan pelestarian lingkungan," ujar Bartolomeus.
Pameran di Paroki Santo Antonius Rembon ini turut dihadiri perwakilan seluruh sekolah Katolik jenjang SMP dan SMA/SMK se-wilayah Tana Toraja dan Toraja Utara, serta perwakilan sekolah negeri di sekitar Kecamatan Rembon dan Saluputti. Kolaborasi lintas sekolah ini diharapkan menginspirasi masyarakat luas untuk semakin mencintai produk lokal serta membiasakan gaya hidup sehat dan bersahaja.(FR/Red)